Pengaruh Buruk Kematian Osama Bin Laden

Berita terkini |Pengaruh Buruk Kematian Osama Bin Laden kematian Osama dapat menyebabkan pembalasan dari pengikutnya.


Harga minyak meningkat lagi setelah jatuh di bawah US$111 per barel di tengah berita pasukan Amerika Serikat berhasil menewaskan pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden.

Benchmark minyak untuk pengiriman Juni naik 24 sen menjadi US$114,17 per barel pada perdagangan Senin, 2 Mei, di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent naik 48 sen menjadi US$126,37 per barel di bursa ICE Futures.

Osama tewas setelah pasukan khusus AS di Pakistan melancarkan operasi militer. Minyak jatuh di bawah US$111 per barel Senin pagi, tak lama setelah Presiden Barack Obama mengumumkan kematian Osama. Pada siang itu, harga minyak bangkit lagi.

Para pengamat mengatakan, pedagang khawatir kematian Osama dapat menyebabkan pembalasan dari pengikutnya, dan dapat mempengaruhi pasokan minyak.

"Saya berpikir, dalam jangka pendek ada ketakutan bahwa sesuatu akan terjadi pada satu-dua minggu berikutnya," kata Michael Lynch, presiden Strategic Energy & Economic Research, sepereti dikutip Associated Press. "Namun, dalam jangka panjang, yang akan mempengaruhi harga minyak lebih banyak [konflik politik] Timur Tengah."

Meningkatnya harga minyak juga dipicu oleh melemahnya dolar AS. Minyak yang dihargai dalam dolar akan lebih menarik bila dibeli dengan mata uang asing, sehingga harganya cenderung naik.

Tingginya harga minyak telah memicu naiknya harga bensin di Amerika Serikat. Bensin reguler naik satu sen menjadi US$ 3,95 per galon atau sekitar Rp8.925 per liter. Harga ini telah naik 32 sen dalam sebulan terakhir.

Sementara itu, di Indonesia, tingginya harga minyak mentah dunia telah memicu kenaikan harga bensin tak bersubsidi. Harga Pertamax di Jakarta naik Rp350 menjadi Rp9.050 per liter sejak 1 Mei.

0 Response to "Pengaruh Buruk Kematian Osama Bin Laden"

Posting Komentar